Archive

Archive for the ‘Jurnal Fisika’ Category

Skala Richter

Skala Richter diperkenalkan oleh Charles F. Richter pada tahun 1935 untuk mengkuantifikasi besaran kerusakan yang disebabkan oleh gempa lokal di Selatan California.

Skala Richter berkisar antara -1,5 sampai 12,0. Setiap penambahan satu unit skala Richter, misalnya dari magnitude 6,0 ke 7,0 ekuivalen dengan penambahan 10 kali lipat amplitudo gelombang seismik atau setara dengan penambahan 30 kali lipat energi yang dilepaskan oleh suatu gempa.

Gempa dengan magnitude 7,0 s/d 7.9 skala Richter mengakibatkan Kerusakan yang hebat dengan jumlah peristiwa sekita 20 kali setahun. Sementara itu, gempa dengan magnitude 8,0 atau lebih adalah gempa yang hebat, dapat mengahancurkan total di daerah dekat episentrum (pusat gempa). Namun gempa seperti ini jarang terjadi, sekitar satu kali setiap 5 sampai 10 tahun.

Berdasarkan skala yang dikemukakan oleh Richter, gempa bumi yang terjadi di dekat Banda Aceh dengan magnitude 8,9 skala Richter beberapa waktu yang lalu merupakan gempa yang sangat hebat yang dapat menghancurkan total seluruh infrastruktur yang ada di sekitar pusat gempa. Disamping itu kalau kita bandingkan dengan ledakan TNT atau bom atom, maka energi yang dilepaskan oleh gempa dengan 8,9 skala Richter tersebut kira-kira setara dengan ledakan 32 milyar ton TNT atau dua juta kali bom atom yang dijauhkan di Hiroshima.

Kemarin (2 Sept. 2009, 2.55 petang), gempa bumi sekuat 7.3 pada Skala Richter yang membawa ancaman tsunami, menggegarkan Pulau Jawa dari pusat gempa di Tasikmalaya hingga ke Bandung dan Jakarta. Gegaran gempa yang sangat kuat itu mengakibatkan puluhan ribu pekerja di bangunan-bangunan tinggi di Jakarta menjadi panik dan bertempiaran lari menyelamatkan diri melalui tangga kecemasan, termasuk di bangunan 20 tingkat Wisma Antara di Jalan Merdeka Selatan.

Walaupun pusat gempa itu pada kedalaman 30km di kedudukan 142km ke barat daya Tasikmalaya, namun getarannya yang kuat begitu terasa di Jakarta, yang jaraknya terletak hampir 400km.

Categories: Jurnal Fisika

Lho, Belajar Fisika Kok di Ancol?

(Loading Image <img_0121.jpg>)

Mekanika, energi, dan gaya adalah beberapa materi pelajaran Fisika yang sebetulnya dapat dengan mudah dijumpai oleh siswa di beberapa wahana permainan di tempat-tempat rekreasi.

Hal tersebut dituturkan oleh Suprapedi dari Pusat Penelitian Fisika LIPI di Jakarta, Rabu (27/5). Beberapa materi pelajaran Fisika tersebut dapat dijumpai di beberapa wahana permainan, seperti yang ada di Dunia Fantasi, Ancol, semisal Halilintar, Tornado, Ontang-Anting, atau Kora-Kora.

“Biar mereka merasakan sendiri energi potensial atau gaya gravitasi itu seperti apa,” ujar Suprapedi seraya memberi contoh wahana Halilintar yang membalikkan posisi penikmatnya pada saat tertentu sebagai sebuah momentum gravitasi.

Saat ini, Ancol tengah bekerja sama dengan LIPI, Departemen Kelautan dan Perikanan RI, serta Universitas Indonesia. Kerja sama itu terkait penerapan program edutainment dengan penjelasan materi mata pelajaran Fisika dan Biologi pada beberapa unit permainan di tempat rekreasi tersebut.

Jadi, ngga papa kan kalo anak fisika maen ke ancol?

Sumber: http://www.fisikanet.lipi.go.id/

Categories: Jurnal Fisika